Peran Orangtua dan Pengembangan Bakat Anak

A. Pendahuluan

Anak berbakat (AB) adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menampilkan prestasi yang tinggi biasanya dalam satu bidang seni. Kemampuan dalam psikomotor (olahraga), Intelektual, Kreatif, Artistik, kepeminpinan maupun akademik khusus lainnya yang pelayanannya tidak dipenuhi secara biasa oleh pihak sekolah. (Akbar- Hawadi 2001 : 118)

Bakat merupakan suatu potensi yang akan muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan. (Sumiawan dan Munandar 1987-1992 : 78)

Anak berbakat adalah anak yang dapat menyelidiki perkara yang baru  dan yang asli, kemudian diekpresikan dalam bentuk yang baik. (Sulaiman  2001 :3)

Dari pengertian anak berbakat dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak untuk menampilkan prestasi dirinya yang akan muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan, sehingga dapat mengetahui karakteristik anak tersebut. Namun kesulitan anak untuk menyelesaikan suatu masalah, dapat diantisipasi dengan memanfaatkan daya pikir anak tersebut.

1. Masalah yang Dihadapi Anak

Dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya, biasanya anak berbekal ini menghadapi berbagai masalah yang tidak sedikit sehingga bila  masalah-masalah tersebut tidak segera ditemukan jalan keluarnya lebih lanjut akan dapat menghambat atau bahkan bisa mematikan bakat mereka miliki.

Beberapa masalah tersebut barangkali diantaranya :

a.       Kesulitan anak berbakat juga timbul jika tidak ada teman anak berbakat di sekolah yang sama. Ketika dia tidak menjumpai anak yang seperti dirinya dia merasa berbeda dari yang lain. Sehingga mendorongnya untuk mengisolasi diri. Problem yang paling penting adalah bahwa anak yang berusia  dini ini tidak mampu memahami bahwa dirinya berbeda dari yang lain

b.      Sebagai guru yang memandang anak yang berbakat atau superior sebagai problem yang besar. Problem terbesar adalah adanya anak berbakat ini sebelum keberadaannya diketahui. Setelah diketahui hanya sebagian kecil guru yang memberikan waktu dan perhatiannya kepada anak berbakat

c.       Anak berbakat mulai mengalami kesulitan dan kebencian terhadap sekolah pada saat sekolah berupaya untuk menempatkan anak tersebut didalam pola rutinitas.

Itulah sebagian masalah yang dihadapi anak berbakat. Kita sebagai orang tua sebaiknya harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan anak berbakat serta masalah-masalah yang dihadapi. Sebagai orang tua harus bertanggung jawab dan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memahami dan mempasilitasi anak yang berbakat. Keluarga dan guru  dituntut untuk menyadari bahwa anak berbakat memiliki kemampuan dan motivasi yang khas untuk untuk mewujudkan kepercayaan dirinya dan kepercayaan orang lain. Dan dalam menghadapi tingkah laku anak berbakat harus mencoba memahami karakteristik anak berbakat (Ali Suliaman 2001 : 7-21)

2.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tampilnya Bakat

a. Konsep diri

Orang dengan konsep diri positif akan selalu yakin dengan apa yang sedang dilakukannya. Itu sebabnya sukses akan lebih mudah ia raih. Konsep diri positif  terbentuk bila anak selalu dihargai berdasarkan potensi actual yang ia miliki. Akibatnya anak tahu berlebihan dan kekurangannya. Alhasil, anakpun tetap menganggap dirinya punya citra diri positif.

Konsep diri anak dibentuk melalui kontak dengan orang lain dan lingkungan. Kontak pertama adalah dengan orang tua. Agar anggota keluarga berperan efektif bagi pembentukan konsep diri anak perhatikan faktor-faktor berikut :

a.       Kenali potensi anak yang sesungguhnya dengan cara mengamati perkembangan fisik, kognitif, emosi, sosial dll

b.        Merangasang anak melakukan berbagai kegitan untuk mematuhi seberapa jauh kemampuannya

c.       Membantu anak mengatasi ketidakberhasilan dalam suatu tugas.

b. Motivasi

Faktor motivasi berhubungan dengan kuatnya daya juang untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Jika kurang ada motivasi untuk menjadi ahli musik, maka rintangan kecil saja didalam belajar musik sudah dapat menghilangkan semangat berlatih sehingga bakat musik kurang berkembang.

c. Nilai atau value

Faktor nilai yaitu, bagaimana cara seseorang memberi arti terhadap pekerjaan yang menjadi bakatnya, misalnya berpendapat bahwa ahli musiknya pun terhambat berkembang.

B. Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Bakat Anak

Orang tua dapat membantu anak dalam mengembangkan bakatnya antara lain dengan :

a.       Menerima anak sebagai pribadi yang unik, yang mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dari anak-anak lain dan tidak menuntut dari anak untuk selalu melakukan hal-hal yang sama dengan anak-anak lain

b.       Menumbuhkan sikap mandiri dan tanggung jawab terhadap diri sendiri

c.       Menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu anak

d.      Menumbuhkan kepercayaan diri anak

e.       Membantu anak mengenal bakat dan kemampuannya dan memberi kesempatan mengembangkannya.

Perkara anak dengan bermacam-macam pengalaman dan perdalam pengalamannya. Makin banyak dan makin berpariasi hal hal baru yang dilihat dan diduga anak, makin tertarik pula anak untuk mengalami dan mencoba berbagai macam hal.

Dorong dan rangsanglah anak kuntuk mengembangkan semua minatnya misalnya anjurkan anak untuk membuat gambar, dengan begitu orang tua dan anak sama-sama dapat membantu bakat anaknya.

Beri anak kesempatan untuk melakukan kegiatan yang memungkinkan berkembangnya bakat dan minat anak. Sebab tanpa pernah merangsangi berbagai macam bidang, sulit bagi anak untuk tahu potensinya.

Beri penghargaan dan pujian untuk usaha anak, sekecil apapun usaha tersebut pujian merupakan cara yang paling ampuh untuk meningkatkan motivasi anak dalam berlatih atau belajar.

Sediakan sarana yang cukup bagi aktualisasi bakat. Sebab tanpa adanya sarana atau medium bakat tidak tampil dan berkembang. Orang tua harus memandang anak dan memperlakukannya dengan segala perasaan, pikiran dan tindakan yang dimilikinya serta menganggapnya sebagai dunia yang terikat dengannya, bukan bagian yang terpisah.

C. Kesimpulan

Dalam uraian singkat makalah ini penulis menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam mengembangkan bakat anak biasanya dalam konsep diri yaitu kenali potensi anak yang sesungguhnya dengan cara mengamati perkembangan fisik, kognitif, emosi social dll. Kita sebagai pendidik (guru, orang tua, orang yang lebih dewasa) dapat mengetahui faktor penyebab anak kesulitan dalam mengembangkan bakat. Jadi apabila kita sudah mengetahuinya kita dapat mengembangkan bakat untuk yang dimilikinya.

Pendidik sebaiknya bekerja sama dalam membangun kesempatan bagi siswa berbakat untuk mewujudkan diri secara optimal dan tergolong dari dalam untuk berdedikasi pada tujuan hidup yang bermakna dan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kesejahtraan lingkungannya. Dengan itu kita dapat menyimpulkan yang sebenarnya dan dapat dilakukan upaya dalam menanggulangi faktor penyebab kesulitan anak dalam mengembangkan bakat.

D. Upaya Orang Tua Mengatasi Kesulitan Anak  Berbakat

Salah satu fungsi orang tua adalah ada bersama anak ketika diperlukan, selain mendengar orang tua dapat berdiskusi dengan anak mengenai cara mengatasi masalah. Bertanya mengenai penyesuaian pribadi, sosial dan monitor kemajuan belajar anak.

Orang tua dapat memberikan bantuan penting kepada anak mereka yang berbakat, yaitu dengan selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan masalah-masalah dan frustasi anak.

Selain itu, orang tua juga dapat memilihkan kegiatan untuk di rumah, memberikan keamanan dan kepercayaan serta menyediakan lingkungan dengan berbagai kesempatan untuk berkembang.

a.       Berlaku sebagai pendorong anak di dalam memberikan informasi tentang kekuatan dan gaya belajar yang dimiliki oleh anak

b.       Bantulah anak dalam setiap tugas yang diberikan untuk anak sesuai dengan minat dan kemampuannya

c.       Menyediakan kesempatan belajar dirumah maupun diluar sekolah

d.      Berperan dan tidak segan-segan bertukar pikiran dengan orang tua lainnya maupun anak yang lain. (Cassidy 1981 :131)

Anak berbakat sangat membutuhkan nasihat yang bertanggung jawab dari orang tuanya disarankan agar orang tua yang memiliki anak berbakat berkumpul membentuk kelompok orang tua untuk membagi pengalamannya satu sama lain agar hal-hal yang terjadi dapat ditangani sesering mungkin.

Hal yang juga penting bagi orang tua anak berbakat adalah bertemu dengan guru-guru mereka diawal tahun ajaran. Satu hal yang sangat membantu jika orang tua dapat membantu guru, anak-anaknya misal membuat bahan pelajaran tambahan orang tua yang efektif adalah orang tua yang senantiasa terlibat dalam pendidikan anak berbakat secara umum.

Orang tua harus bekerja sama dengan guru dalam upaya memahami persoalan anak. Mereka harus sadar bahwa anak-anak tersebut akan lebih mampu menghindari kesulitan jika mereka diarahkan kejalan yang benar sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: