SUARA GURU

Aku Malu Menjadi Guru

Aku tak tahu harus mengatakan apa. Masih terngiang jelas di telingaku 36 tahun yang lalu, Pak Kurdi guru kelas saat itu. dengan sangat jelas dan meyakinkan mengatakan “kita bangga menjadi bangsa Indonesia , bangsa yang banyak dikagumi karena keramahannya, sifat gotong-royongnya dan selalu bersatu padu”. Dan dengan serta merta nasionalisme-ku  bergelora saat  itu tak terkecuali seluruh teman sekelasku. Kami gembira campur haru betapa kami adalah anak-anak bangsa yang sangat terpandang di tengah kehidupan dunia.

Kini setelah aku menjelma menjadi guru bagi murid-muridku, sungguh aku rindu suasana itu. Ingatanku kembali menerawang jauh ke masa-masa yang telah lalu dan disaat yang sama gejolak hati bercampur keresahan berkecamuk di dada ini. Beribu pertanyaan tak mampu kujawab, …oh! Kenapa aku tak bisa mengatakan itu pada mereka? Tak mampu aku dengan mudah membakar semangat patriotisme pada mereka? Kenapa aku tak mampu bahkan tak bisa seperti guruku   Kurdi  yang dengan mudah mengatakan semua itu kepada murid-muridnya termasuk aku saat itu.

Keresahananku berlayar… berlabuh pada sebuah dermaga realita, dan saat itu adalah saat dimana seluruh mata di dunia menyaksikan tayangan tentang kericuhan demi kericuhan kerap mewarnai perjalanan bangsa ini. Tawuran terjadi di mana-mana dari penjuru kota hingga ke pelosok desa bahkan sebutan yang membuat bulu kuduk ini semakin merinding   adalah ketika bangsa-bangsa di dunia dengan mudah mengatakan bahwa bangsa adalah bangsa yang arogan.  Kucoba mengusir semua realita ini dengan membunuhnya sebagai opini belaka, tapi di saat yang sama di negeri ini banyak terdengar kabar ditemukan mayat dimana-mana sebagai korban mutilasi, pemerkosaan, dan tak kalah seru teror-teror tumbuh subur  bak jamur di musim penghujan.

Pak Kurdi tolong ajari aku lagi…

Mengucap dengan bangga bahwa negeri ini negeri yang penuh kepribadian.

Pak Kurdi … kalau kutahu akan seperti ini, sungguh ku tak mau bercita-cita menjadi guru.

Pak Kurdi aku Malu…menjadi Guru!

2 responses to this post.

  1. Jangan malu jadi guru! justru mari kita didik anak-anak menjadi generasi masa depan Indonesia yang optimis, mandiri, menerima perbedaan, tangguh, demokratis, menghargai orang lain. kita cari sisi baik dari Indonesia, rasa setia kawan lewat koin untuk Prita, dukungan untuk KPK, bantuan thp korban gempa Yogya, beberapa contoh yg bisa disebut. Apa pun keadaan Indonesia saya bangga jadi guru indonesia! Saya percaya masih banyak orang baik dan jujur di Indonesia, termasuk Anda! Ayo, kita didik anak-anak dengan profesional dan ikhlas, merekalh generasi pengemban masa depan gemilang…jendelakatatiti.wordpress.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: