Pandangan Hidup

Diat ahadiat, S.Pd

Pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang hidup tanpa memiliki pandangan hidup walaupun  tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup lahir dari buah pikiran kita sehigga mampu  menentukan sikap hidup yang sesuai dengan tuntutan hati nurani. Pikiran pun tak selalu sejalan, karena pikiran melibatkan manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Ibarat kita dihadapkan pada sebuah  tantangan, keinginan untuk menyelesaikan tantantang merupakan sebuah cita-cita. Maka keyakinan hati dan  pemahaman utuh akan pentingnya menyelesaikan dan menghadapi tantangan itu adalah sesuatu kebajikan dari dalam diri yang menggerakkan lahir dan bathinnya untuk berpikir dan bertindak

Pandangan hidup yang ada pada diri manusia harus disertai tanggung jawab, sehingga ada kebesaran jiwa dalam mempertanggung jawabkan segala tindakan yang diambil. Sehingga dengan begitu manusia memiliki tarapan hidup demi melangsungkan kehidupannya menjadi lebih baik. Keterikatan antara pandangan hidup, tanggung jawab dan harapan manusia sangat erat dengan kelangsungan hidup manusia pada umumnya.

Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada seorangpun yang hidup tanpa ada pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya. Apa yang dikatakan oleh seseorang tersebut adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berpikir tertentu. Tetapi terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan hidup. Sebab dapat pula hanya suatu idealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir yang sedang berlangsung di dalam masyarakat.

Sifat pandangan hidup elastis, bergantung pada pada situasi dan kondisi, tidak selamanya bersifat prinsip atau  hakiki. Bahkan  pandangan  hidup dapat terjadi tidak dengan kesadaran atau “kesadaran yang dinyatakan”. Tetapi “kesadaran yang dinyatakan”. Sebagai akibat kepengapan Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia itu sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan  makhluk lain. satu di antara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Di satu pihak manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks. Kesadaran akan kelemahan dirinya terlindungi dari ancaman-ancaman yang selalu mengintai dirinya. Baik fisik maupun non fisik, seperti penyakit, bencana alam, kegelisahan dan sebagainya.

Selain itu manusia sadar pula bahwa kehidupannya itu lain bila dibandingkan dengan kehidupan makhluk lain. sadar pula di balik kehidupan ini ada kehidupan lain yang diyakini lebih abadi, lebih yakin lagi bahwa kehidupan lain itu bahkan merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Disana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan selama hidup di  dunia. Manusia tahu benar bahwa baik buruk itu akan memperoleh perhitungan, maka manusia akan selalu mencari “sesuatu” yang dapat menuntunnya ke arah kebaikan dan menjauhkan diri dari keburukan.

Akhirnya manusia menemukan apa yang disebut “sesuatu” dan “kekuatan” diluar dirinya, ternyata keduanya adalah “agama” dan “Tuhan”. Baik Tuhan maupun agamanya itu tenyata merupakan kebutuhan manusia membutuhkan Tuhan  karena manusia menyadari, bahwa hanya Tuhanlah yang mampu mendatangkan maupun menghilangkan segala bentuk ancaman bagi dirinya. Manusia memerlukan agama karena hanya agamalah yang memberikan petunjuk mana yang baik dan mana yang buruk. Jelas antara agama dengan tuhan tidak dapat dipisahkan. Karena keduanya adalah satu. Keduanya amat dibutuhkan oleh manusia karena yakin keduanya akan dapat mennyelamatkan hidupnya baik di dunia dan di akhirat.

Dengan demikian bahwa pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Sayanganya manusia tidak menyadari dan memahaminya, sehingga banyak orang yang memeluk sesuatu agama semata-mata atau dasar keturunan akibatnya tidak sampai bathinnya, atau yang sering di kenal dengan agama KTP. Padahal urusan agama adalah urusan akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal. Dimanakah posisi kita?***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: