PTK Pembelajaran IPS SD

”PENERAPAN MODEL PRAKTIK SEJARAH DENGAN TEKNIK BEDAH NASKAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH (IPS) DI KELAS V SEKOLAH DASAR”

(Format Baru Pendekatan Refleksi Sejarah di Sekolah Dasar )

ABSTRAKSI

Penulis tertarik mencari inovasi dalam model pembelajaran sejarah (IPS) karena merupakan disiplin operasional yang efektif memperhatikan studi tentang pengenalan dan pengembangan jati diri bangsa dan sedang mengalami keprihatinan di tengah perkembangan revolusi kompleksitas kehidupan. Masalah umum yang dihadapi oleh sebagian  besar guru  sekolah dasar dalam mengajarkan pelajaran sejarah (IPS) di sekolah dewasa ini adalah kurangnya kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan model pembelajaran inovatif yang mendukung produktivitas pembelajaran sejarah. Kondisi riil  saat ini adalah anak didik belajar dari guru dan buku teks, bersifat monolog dan bersifat rutinitas belaka, kurang variasi dan miskin improvisasi.

Pemahaman guru tentang pembelajaran sejarah yang hanya menyampaikan sejarah sebagai sebuah informasi yang harus diterima oleh peserta didik (behavioristik) merupakan paradigma lama yang harus dirubah menjadi sebuah proses pengajaran yang melibatkan peserta didik untuk berpikir cerdas, kreatif, partisipastif dan bertanggung jawab (konstruktivisme).

Model ”Praktik Sejarah” adalah sebuah model pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa agar memahami fakta, peristiwa, konsep, dan generalisasi melalui pengalaman belajar praktek empirik. Tema praktik belajar sejarah adalah nilai kejuangan yang terkandung dalam materi pembelajaran melalui pendekatan refleksi sejarah.

Teknik bedah naskah merupakan alternatif dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Dengan pembelajaran ini siswa dihadapkan pada  masalah sehari-hari dan berusaha untuk mencari alternatif pemecahannya. Dengan kata lain melalui pembelajaran ini mendekatkan konsep yang dipelajari pada objek secara nyata.

Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan serta merta menggali nilai-nilai sejarah dalam sikap/ prilaku melalui satu proses pembelajaran yang kooperatif. Disamiping itu melalui model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pengertian, pemahaman dan daya nalar siswa semakin kreatif dan kritis-analitik, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil akhir yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah mencetak kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual siswa sehingga mampu menghadapi tantangan hidupnya dalam bermasyarakat.

Untuk mendukung produktivitas pembelajaran sejarah dilakukan pengembangan materi menjadi sebuah kemasan yang menarik serta media yang dapat mendukung terciptanya sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan. Disinilah peranan guru dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif.

Program atau skenario pembelajaran disusun dengan rangkaian inovatif dan sistematis yang memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Perencanaan yang dirancang memuat  komponen deskripsi pengembangan sikap/ prilaku yang digali dari materi sejarah yang diajarkan.

Pada proses pembelajarannya, siswa diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk belajar sendiri bersama kelompoknya (peer teaching), menggali ( membahas, mengkritisi,  mengapresiasi, merefleksi  ) dan melakukan unjuk laku dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (materi sejarah). Guru berperan hanya sebagai fasilisator, mediator, inovator dan motivator dalam mengantarkan siswa menyelesaikan tugas (tujuan)  pembelajaran.

Kemampuan siswa dalam menguasai indikator pembelajaran sangat jelas dan mudah terukur, hal ini karena proses pembelajaran sepenuhnya dilaksanakan oleh siswa dari siswa dan untuk siswa sehingga penilaian pun menjadi bagian tugas dari mereka untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan tuntas. Oleh karenanya, pelaksanaan pretes dan penilaian dalam proses sudah dianggap cukup bila memang pencapaian tujuan pembelajaran sudah tuntas memenuhi target dan jelas terukur. Kegiatan postes dilaksanakan pada pertemuan yang khusus  ketika seluruh pokok bahasan sudah selesai diberikan, namun demikian pelaksanaan postes bisa saja dilakukan di akhir pembelajaran bila memang dipandang perlu dan waktu yang tersedia mencukupi.

Kesimpulan dari uji coba pembelajaran ini terjadi banyak perubahan yang signifikan. Siswa menjadi senang dan bersemangat dan guru pun menjadi lebih kreatif dan inovatif. Hakikat sejarah sebagai mata pelajaran berhasil diselenggarakan dengan tatanan  Paradigma Baru yang lebih produktif, tepat, efektif dan efesien. Kurikulum dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan dan lembaga pun (sekolah) dapat lebih meningkatkan peranannya dalam mengemban tugas pendidikan. Dengan demikian  Penerapan Model Praktik Sejarah dengan Teknik Bedah Naskah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pendidikan, Insya Allah.

SELENGKAPNYA CALL 081326911811/ EMAIL(KOMENTAR) Z PASTI DIKIRIM

5 responses to this post.

  1. Posted by dela on Februari 13, 2010 at 11:31 am

    tolong kirimkan untukku artikel yang memuat tentang “masalah masalah pembelajaran IPS di SD”.sekarang y

    Balas

  2. Posted by verawati on April 3, 2010 at 10:00 am

    Tolong dunk dikirimkan PTK lengkapnya trims

    Balas

  3. Posted by rahman on Januari 21, 2012 at 5:59 am

    kirim donk PTK lengkapnya trims

    Balas

  4. gimana caranya dapat file ini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: