Teater Religi “Ketika Nabi Hijrah”

Oleh : Diat Ahadiat

Sungguh Dramatis, detik-detik keberangkatan Nabi ketika mau hijrah, apakah ini menjadi sebuah yang dilematis bagi seorang Muhammad Nabi penyempurna.

Adalah Musaelamatul khadzdzab dari Bani Hanifah akan berkoar dan menyebarkan kebencian kepada kaum muslim di negeri ini. Payah…. semua payah… aku adalah orang tua, aku khawatri karena aku yakin semua pasti terjadi dan kita lihat saja nanti….oh payah…

Pentas Teater “Ketika Nabi Hijrah”

Panggung masih gelap, masuk Pak tua dengan membawa obor dengan langkah berat dan gontai sementara dari kejauhan suara anjing melengking memecah kesunyian ………….

  1. Pak Tua          :      Saudara-saudara malam ini adalah purnama terakhir, malam ini terasa sangat  pendek kerena esok pagi adalah pajar pertama di bumi  mekah tanpa kehadiran seorang yang dicintai…. Muhammad Baginda Nabi akan pergi. Beliau akan hijrah ke tanah jajirah di madinah.  Saudara-saudara … andai saja aku boleh berharap kepada beliau …. Oh tidak…tidak.. itu tidak mungkin, tapi… terus terang aku merasa cemas, bagaimana nasib keluarga muslim sepeninggalan beliau ke tanah madinah. Yah karena sudah jelas para pembesar dan penentang ajaran tauhid akan lebih bebas dan lebih leluasa mengancam dan menteror kami….oh Yang dituakan…Harun ar rasyid yah aku harus segera menemuinya sahabat yang dituakan…mudah-mudahan beliau dapat mencegah Baginda Rasul hijrah ke tanah madinah.

BABAK II

TERLIHAT TOKOH YANG DITUAKAN SEDANG MEMPELAJARI/ MEMBACA  KITAB-KITAB SAMBIL BERJALAN MONDAR-MANDIR

  1. Pak Tua          :      Assalamu’alaikum Ya Harun Ar Rasyid…
  1. HARUN         :      Wa’alaikum salam….oh Bapak Tua bukankah malam telah separuh berjalan, ada perlu apa sehingga Bapak datang kemari…semoga Allah menuntunmu di jalan yang benar.
  1. Pak Tua          :      Sahabat yang dituakan, terus terang selama hidupku malam ini terasa sangat menggangguku…
  1. HARUN         :      Subhannallah, ada apa itu kisanak…
  1. Pak Tua          :      Manusia adalah tempatnya segala khilaf dan lupa, segera cegah Muhammad Sang Baginda Nabi dari niatnya meninggalkan negeri ini… aku mohon sahabat… karena yang dituakan dapat memberi masukan pada beliau sebelum esok fajar datang menyingsing.
  1. HARUN         :      Apa alasan kisanak sehingga berpikir untuk mencegah baginda Rasul hijrah menunaikan kewajiban menyebarkan tauhid di muka bumi ini. Yang terbaik yang harus kita lakukan adalah memuji nama Tuhan memohon keselamatan agar dilimpahkan selalu nikmat kebenaran.
  1. Pak Tua          :      payah…memang payah orang sepertiku ini, tak pernah sedikitpun terpikir kebaikan dalam otakku…
  1. HARUN         :      Bukan itu maksudku pak tua…

10.  Pak Tua          :      tidak… aku paham betul tentang kehidupan orang-orang di jajirah ini, aku yakin betul…. Akan apa yang akan terjadi bila Sang Baginda Nabi pergi….Musaelamatul khadzdzab dari Bani Hanifah akan berkoar dan menyebarkan kebencian kepada kaum muslim di negeri ini. Payah…. semua payah… aku adalah orang tua, aku khawatri karena aku yakin semua pasti terjadi dan kita lihat saja nanti….oh payah…

11.  HARUN         :      Subhannallah, Walhamdulillah……….

BABAK III

12.  Musaelammah   : yabuy…..yabuy…..kemenangan akan segera  datang…. Muhammad Sang Bedebah akan segera hengkang….yabuy….yabuy…dan jajirah Mekah akan kembali pada Uja dan Latta…yabuy…yabuy…. Esok adalah hari yang cerah hari penuh kebebasan Para Pembesar negeri ini akan segera mengadili mereka yang telah menyatakan jadi pengikut Muhammad sang Bedebah….ha…ha…ha….yabuy…yabuy….

BABAK IV

VISUALISASI  PARA PENGIKUT NABI YANG AKAN IKUT HIJRAH DENGAN NABI KE MADINAH.

BABAK V

13.  Hudzaifah          : aku rasa inilah kesempatan terbaik untuk bangsa kita, kita adili kita beri pelajaran pada mereka yang telah benar-benar keluar dari ajaran leluhur kita,

14. Abu Jahal             : yah aku juga setuju dan hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu, saat Muhammad sudah tidak ada di negeri ini…kita hukumi semua Pengikutnya agar mereka jera dan kembali pada ajaran suci nenek moyang kita.

15.  Hudzaifah          : benar…benar….ha…ha…ha…. kita harus segera sebarkan bewara ke seluruh pelosok negeri ini, mereka harus tahu bahwa negeri ini harus kembali kepada ajaran leluhurnya yang memang harus di jaga kelestariannya.

16. Abu Jahal             : segera…segera…kita tidak boleh lalui kesempatan ini dengan begitu saja, inilah saatnya kemenangan bagi kita.

17. 1 + 2                   : ha….ha…ha…

BABAK VI

SEBUAH KELUARGA YANG TENGAH MENGAJARI ANAKNYA MENGAJI

18.  UMI                     : Mengaji itu bukan hanya mengumandangkan ayat-ayat suci dan melantunkannya dengan merdu tapi lebih tepatnya adalah maknai pengertiannya dan laksanakan dalam segala amal perbuatan anakku…cahaya hidupku ya Banaati

19.  Banaati               : Maha Benar Allah Atas segala firman- Nya.

20.  Abi                       : Ibarat cahaya ditengah padang engkaulah rembulan yang tengah bersinar istriku… Umi anak itu titipan Sang Ilahi kita harus mampu menjaga dan mendidiknya

TIBA-TIBA DATANG ROMBONGAN PEMBESAR QURAISY

21.  Pengawal 1         : Dan Kami datang untuk kembali menyelamatkanmu ha…ha…ha…

Ya  Yasir bin Amir ….

22. Pengawal 2         : kuperingatkan padamu Ya Yasir, sebelum Hudzaifah dan Abu Jahal murka padamu…

23. Abi                       : Demi Allah yang telah menciptakan bumi dan segala Isinya, kami sedikitpun tak pernah takut akan murka mereka…

24. Pengawal 2         : kurang ajar, dasar manusia laknat. Dikasihani tak tahu terima kasih.

25. Hudzaifah          : Aku datang Yasir… Kau manusia kerdil dimataku, derajatmu jauh disejajarkan dengan kemuliaanku di mata kaum Quraisy, dan ajaran Muhammad telah menutup mata hatimu…

26. Abu Jahal             : kembalilah pada kami Ya Yasir bin Amir, karena kami akan kembali menerimamu dari pada kau harus diasingkan oleh orang Quraisy sebelum kebencian menghiasi wajah dan keluargamu…

27. UMI                     : Demi Allah yang telah menciptakan langit dan Bumi dan mengutus Muhammad, Kami sedikitpun takkan pernah berpaling darinya,…

28.  Hudzaifah          : bedebah….bedebah…Yasir…tlah kau racuni seluruh anggota keluargamu dengan ajaran sesat Muhammad

29.  Abu Jahal             : dan kamu pikir Kami tak  lebih mulia dari orang-orang yang lain. Itu sebuah penghinaan….Pengawal…. seret anak perempuan mereka sebagai pelajaran atas penghinaan yang telah mereka lakukan pada bangsa kita….

30.  Pengawal 1         : siap tuan, …

31.  Banaati               : tidak…tidak…jangan sentuh diriku …

32. Pengawal 2         : diam…..

  1. Hudzaifah          : Yasir sekarang terserah padamu,… bila kau menyatakan kembali pada ajaran kami semula maka kamu dan keluargamu takkan pernah kami kenakan hukuman sedikitpun atau anak gadismu akan menerima akibatnya….ha…ha…ha….
  1. Abu Jahal             : dan Kamu Summayah Binti Khayyat,  apakah kamu tega anak semata wayangmu menanggung kesalahan yang telah diperbuat olehmu…
  1. UMI                     : Abi….
  1. Hudzaifah          : Summayah…. Suamimu ibarat keledai yang telah tertutup kupingnya akibat racun yang  telah merasuk dalam kalbunya, sepedih apapun kau memohon padanya sedikitpun tak akan pernah merubah sikap kerasnya.

37. UMI                     : Dan kalian pikir aku akan takut akan semua ancamanmu itu bedebah !

38.  Hudzaifah          : oh…ho..ho….

39.  Abu Jahal             : ha…ha….Pengawal…seret dia kemari

TERJADI ADEGAN PENYIKSAAN TERHADAP BANAATI

40. UMI                     : jangan…jangan…hentikan….! Tidaaaak kejam….anakku….Banaati..

Abi…

41. Hudzaifah          : Yasir Bin Amir …Summayah Binti Kayyat….tidak terdengarkah oleh telinga kalian kepedihan akibat pecut yang telah mencambak kulit anakmu yang tak berdosa ini.

42. Abi                       : anakku …..

43. Banaati               : tidak Abi…Banaati rela, aku ikhlas

  1. UMI     :           anakku…Abi….hentikan sungguh hentikan….

45. Banaati               : tidak Umi…La……..

BANAATI KEMBALI KE RAHMATULLAH DAN MEREKAPUN KEMBALI MENYIKSA UMI DAN ABI SAMPAI AJAL  MENJEMPUTNYA.

BABAK VII

46.  Musaelammah   : Lihatlah ! para iblis mulai mengasah pedang, setan-setan menggosok – gosok punggung kudanya untuk berperang, sedang kukunya yang lancip berkilatan menghina dan mengancam. Aku Musailamatul Kadzdzab telah datang sebagai NabI Allah pengganti Muhammad sang bedebah. Akulah musailamah pembawa selamat kurestui apa yang telah dilakukan Bangsa Quraisy terhadap umat Muhammad dan do’aku selalu didengar oleh malaikat,ha…ha….ha….

BABAK VIII

47.  Pak Tua              : Saudara-saudara apa yang aku gelisahkan benar-benar menjadi kenyataan. Satu persatu umat Muhammad dibinasakan… oh… aku ini mau pergi kemana…kesini….kesana….kesini….kesana…. tak tentu tujuanku bikin bingung saja. Akan ke rumah sahabat yang dituakan lagi kah ? Tapi pasti ia akan menyalahkan ku lagi, tapi kalau ia pun mati….ah, baiklah, baiklah yang pasti aku akan mendapat susah saja. Tidak…tidak…ah….baiklah..baiklah……

  1. Pengawal 1+ 2   : dan kini giliranmu bapak tua…..ha…ha….ha….
  1. Pengawal 1         : kilat tanpa cahaya di siang yang terang
  1. Pengawal 2         : mendung tanpa kabut di langit cemerlang
  1. Pengawal 1         : hujan tanpa air tanpa apa-apa
  1. Pengawal 2         : maka kembalilah bapak tua, sebelum Hudzaifah dan Abu Jahal murka..dan menggenggam nyawa….
  1. Pak Tua              : oh…payah…sengsara…payah…derita….kini datang juga ketakutan pada diriku….
  1. Pengawal 1         : langit biru rata…mentari tanpa cahaya…bulan tanpa cahaya dan bintang-bintang akan menucucurkan darah dan airmata
  1. Pengawal 2         : angin berhembus….pasir berhembus…..ke dalam dada…menusuk mata pada setiap manusia yang mau binasa….
  1. Pengawal 1         : dan kau bapak tua …..
  1. Pak Tua              : anak muda…bawalah aku pada yang mulia Hudzaifah dan Abu Jahal pembesar Quraisy yang diagungkan negeri ini.
  1. Abu Jahal             : ketakutan membawa sengsara…kebodohan membawa getar dan amarah. Mengapa wajah kau tundukkan ke tanah ? aku datang untuk memaafkan atas khilaf yang telah kau lakukan.
  1. Hudzaifah          : lepaskanlah sengsara, kembalilah pada ketenangan dan kebebasan kita… Bapak tua lepaskan belenggu yang telah mengikat kaki dan pikiranmu…aku datang memberimu salam untuk kembali hidup pada kedamaian bathinmu.
  1. Pak Tua              : ketakutan….sengsara…bencana…tapi bukankah aku berasal dari budak adanya….
  1. Abu Jahal             : atau kau biarkan cambuk ini memecut kulit keringmu !!
  1. Hudzaifah          : pastikan ketenangan jadi pilihan dalam hatimu , kembalilah Bapak Tua …kembalilah pada kejayaan Bangsa kita.
  1. Pak Tua              : aku berdiri pada tenang hatiku….semoga tak benar…semoga tak benar… semoga tak benar….Audzubillahi minasysyaithon mirrojin…terlindunglah aku dari mulut kotor berbusa…loloskan aku dari lilit ular berbisa setan dan para iblis tua….

64.  Abu Jahal             : bedebah….

  1. Hudzaifah          : tua Bangka hina….

TERJADI ADEGAN PENYIKSAAN TERHADAP BAPAK TUA HINGGA AKHIRNYA PAK TUA IKLASKAN TUBUHNYA DIGANTUNG UNTUK MEMPERTAHANKAN KEIMANAN NYA.

SAYUP-SAYUP TERDENGAR SHOLAWAT BERKUMANDANG

66. HARUN              : ANAK-ANAKKU….ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR TAKBIR INI ADALAH SEBUAH IKRAR DAN  PENGAKUAN YANG KERAP KITA UCAPKAN DALAM SHALAT 5 WAKTU……..ALLAHU AKBAR BERARTI TIADA YANG LEBIH DITUHANKAN KECUALI ALLAH YANG MAHA BESAR.

BAHASA KEJADIAN SUKAR UNTUK DITERJEMAHKAN…..

LIDAH KITA MISKIN AKAN PENGERTIAN

SEBAB ITULAH  JANGAN BIARKAN  KEHIDUPAN  MEMBELENGGU HIDUPMU  MENJADI TUHAN DALAM  PERILAKUMU….

LIHATLAH  BAPAK TUA  BANGKA YANG HINA  DALAM KASAT MATA KITA…TETAPI  MENYIMPAN KEMULIAAN  DALAM MATA HATINYA…..

SEMOGA HIDAYAH DITURUNKAN BERLIMPAH-LIMPAH UNTUK PERSIAPAN DAN PERJUANGANMU MENITI MASA DEPAN YANG PENUH DENGAN TANTANGAN.

Tamat

= 29 Mei 2008 =

7 responses to this post.

  1. Posted by wiwik supriyatin on Februari 16, 2010 at 5:12 pm

    Assalamualaikum wr,wb…
    mas, daku minta naskahnya ya… lagi mau buat teather di sekolah nih

    Balas

    • Posted by diat ahadiat on Februari 18, 2010 at 7:55 pm

      Ketika Nabi Hijrah
      Oleh : Diat Ahadiat

      1. Pak Tua : Saudara-saudara malam ini adalah purnama terakhir, malam ini terasa sangat pendek kerena esok pagi adalah pajar pertama di bumi mekah tanpa kehadiran seorang yang dicintai…. Muhammad Baginda Nabi akan pergi. Beliau akan hijrah ke tanah jajirah di madinah. Saudara-saudara … andai saja aku boleh berharap kepada beliau …. Oh tidak…tidak.. itu tidak mungkin, tapi… terus terang aku merasa cemas, bagaimana nasib keluarga muslim sepeninggalan beliau ke tanah madinah. Yah karena sudah jelas para pembesar dan penentang ajaran tauhid akan lebih bebas dan lebih leluasa mengancam dan menteror kami….oh Yang dituakan…Harun ar rasyid yah aku harus segera menemuinya sahabat yang dituakan…mudah-mudahan beliau dapat mencegah Baginda Rasul hijrah ke tanah madinah.

      BABAK II
      TERLIHAT TOKOH YANG DITUAKAN SEDANG MEMPELAJARI/ MEMBACA KITAB-KITAB SAMBIL BERJALAN MONDAR-MANDIR
      2. Pak Tua : Assalamu’alaikum Ya Harun Ar Rasyid…

      3. HARUN : Wa’alaikum salam….oh Bapak Tua bukankah malam telah separuh berjalan, ada perlu apa sehingga Bapak datang kemari…semoga Allah menuntunmu di jalan yang benar.

      4. Pak Tua : Sahabat yang dituakan, terus terang selama hidupku malam ini terasa sangat menggangguku…

      5. HARUN : Subhannallah, ada apa itu kisanak…

      6. Pak Tua : Manusia adalah tempatnya segala khilaf dan lupa, segera cegah Muhammad Sang Baginda Nabi dari niatnya meninggalkan negeri ini… aku mohon sahabat… karena yang dituakan dapat memberi masukan pada beliau sebelum esok fajar datang menyingsing.

      7. HARUN : Apa alasan kisanak sehingga berpikir untuk mencegah baginda Rasul hijrah menunaikan kewajiban menyebarkan tauhid di muka bumi ini. Yang terbaik yang harus kita lakukan adalah memuji nama Tuhan memohon keselamatan agar dilimpahkan selalu nikmat kebenaran.

      8. Pak Tua : payah…memang payah orang sepertiku ini, tak pernah sedikitpun terpikir kebaikan dalam otakku…

      9. HARUN : Bukan itu maksudku pak tua…

      10. Pak Tua : tidak… aku paham betul tentang kehidupan orang-orang di jajirah ini, aku yakin betul…. Akan apa yang akan terjadi bila Sang Baginda Nabi pergi….Musaelamatul khadzdzab dari Bani Hanifah akan berkoar dan menyebarkan kebencian kepada kaum muslim di negeri ini. Payah…. semua payah… aku adalah orang tua, aku khawatri karena aku yakin semua pasti terjadi dan kita lihat saja nanti….oh payah…

      11. HARUN : Subhannallah, Walhamdulillah……….

      BABAK III

      12. Musaelammah : yabuy…..yabuy…..kemenangan akan segera datang…. Muhammad Sang Bedebah akan segera hengkang….yabuy….yabuy…dan jajirah Mekah akan kembali pada Uja dan Latta…yabuy…yabuy…. Esok adalah hari yang cerah hari penuh kebebasan Para Pembesar negeri ini akan segera mengadili mereka yang telah menyatakan jadi pengikut Muhammad sang Bedebah….ha…ha…ha….yabuy…yabuy….

      BABAK IV
      VISUALISASI PARA PENGIKUT NABI YANG AKAN IKUT HIJRAH DENGAN NABI KE MADINAH.

      BABAK V

      13. Hudzaifah : aku rasa inilah kesempatan terbaik untuk bangsa kita, kita adili kita beri pelajaran pada mereka yang telah benar-benar keluar dari ajaran leluhur kita,

      14. Abu Jahal : yah aku juga setuju dan hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu, saat Muhammad sudah tidak ada di negeri ini…kita hukumi semua Pengikutnya agar mereka jera dan kembali pada ajaran suci nenek moyang kita.

      15. Hudzaifah : benar…benar….ha…ha…ha…. kita harus segera sebarkan bewara ke seluruh pelosok negeri ini, mereka harus tahu bahwa negeri ini harus kembali kepada ajaran leluhurnya yang memang harus di jaga kelestariannya.

      16. Abu Jahal : segera…segera…kita tidak boleh lalui kesempatan ini dengan begitu saja, inilah saatnya kemenangan bagi kita.

      17. 1 + 2 : ha….ha…ha…
      BABAK VI
      SEBUAH KELUARGA YANG TENGAH MENGAJARI ANAKNYA MENGAJI

      18. UMI : Mengaji itu bukan hanya mengumandangkan ayat-ayat suci dan melantunkannya dengan merdu tapi lebih tepatnya adalah maknai pengertiannya dan laksanakan dalam segala amal perbuatan anakku…cahaya hidupku ya Banaati

      19. Banaati : Maha Benar Allah Atas segala firman- Nya.

      20. Abi : Ibarat cahaya ditengah padang engkaulah rembulan yang tengah bersinar istriku… Umi anak itu titipan Sang Ilahi kita harus mampu menjaga dan mendidiknya

      TIBA-TIBA DATANG ROMBONGAN PEMBESAR QURAISY

      21. Pengawal 1 : Dan Kami datang untuk kembali menyelamatkanmu ha…ha…ha…
      Ya Yasir bin Amir ….

      22. Pengawal 2 : kuperingatkan padamu Ya Yasir, sebelum Hudzaifah dan Abu Jahal murka padamu…

      23. Abi : Demi Allah yang telah menciptakan bumi dan segala Isinya, kami sedikitpun tak pernah takut akan murka mereka…

      24. Pengawal 2 : kurang ajar, dasar manusia laknat. Dikasihani tak tahu terima kasih.

      25. Hudzaifah : Aku datang Yasir… Kau manusia kerdil dimataku, derajatmu jauh disejajarkan dengan kemuliaanku di mata kaum Quraisy, dan ajaran Muhammad telah menutup mata hatimu…

      26. Abu Jahal : kembalilah pada kami Ya Yasir bin Amir, karena kami akan kembali menerimamu dari pada kau harus diasingkan oleh orang Quraisy sebelum kebencian menghiasi wajah dan keluargamu…

      27. UMI : Demi Allah yang telah menciptakan langit dan Bumi dan mengutus Muhammad, Kami sedikitpun takkan pernah berpaling darinya,…

      28. Hudzaifah : bedebah….bedebah…Yasir…tlah kau racuni seluruh anggota keluargamu dengan ajaran sesat Muhammad
      29. Abu Jahal : dan kamu pikir Kami tak lebih mulia dari orang-orang yang lain. Itu sebuah penghinaan….Pengawal…. seret anak perempuan mereka sebagai pelajaran atas penghinaan yang telah mereka lakukan pada bangsa kita….
      30. Pengawal 1 : siap tuan, …

      31. Banaati : tidak…tidak…jangan sentuh diriku …

      32. Pengawal 2 : diam…..

      33. Hudzaifah : Yasir sekarang terserah padamu,… bila kau menyatakan kembali pada ajaran kami semula maka kamu dan keluargamu takkan pernah kami kenakan hukuman sedikitpun atau anak gadismu akan menerima akibatnya….ha…ha…ha….

      34. Abu Jahal : dan Kamu Summayah Binti Khayyat, apakah kamu tega anak semata wayangmu menanggung kesalahan yang telah diperbuat olehmu…

      35. UMI : Abi….

      36. Hudzaifah : Summayah…. Suamimu ibarat keledai yang telah tertutup kupingnya akibat racun yang telah merasuk dalam kalbunya, sepedih apapun kau memohon padanya sedikitpun tak akan pernah merubah sikap kerasnya.

      37. UMI : Dan kalian pikir aku akan takut akan semua ancamanmu itu bedebah !

      38. Hudzaifah : oh…ho..ho….

      39. Abu Jahal : ha…ha….Pengawal…seret dia kemari

      TERJADI ADEGAN PENYIKSAAN TERHADAP BANAATI

      40. UMI : jangan…jangan…hentikan….! Tidaaaak kejam….anakku….Banaati..
      Abi…

      41. Hudzaifah : Yasir Bin Amir …Summayah Binti Kayyat….tidak terdengarkah oleh telinga kalian kepedihan akibat pecut yang telah mencambak kulit anakmu yang tak berdosa ini.

      42. Abi : anakku …..

      43. Banaati : tidak Abi…Banaati rela, aku ikhlas

      44. UMI : anakku…Abi….hentikan sungguh hentikan….

      45. Banaati : tidak Umi…La……..
      BANAATI KEMBALI KE RAHMATULLAH DAN MEREKAPUN KEMBALI MENYIKSA UMI DAN ABI SAMPAI AJAL MENJEMPUTNYA.

      BABAK VII

      46. Musaelammah : Lihatlah ! para iblis mulai mengasah pedang, setan-setan menggosok – gosok punggung kudanya untuk berperang, sedang kukunya yang lancip berkilatan menghina dan mengancam. Aku Musailamatul Kadzdzab telah datang sebagai NabI Allah pengganti Muhammad sang bedebah. Akulah musailamah pembawa selamat kurestui apa yang telah dilakukan Bangsa Quraisy terhadap umat Muhammad dan do’aku selalu didengar oleh malaikat,ha…ha….ha….

      BABAK VIII

      47. Pak Tua : Saudara-saudara apa yang aku gelisahkan benar-benar menjadi kenyataan. Satu persatu umat Muhammad dibinasakan… oh… aku ini mau pergi kemana…kesini….kesana….kesini….kesana…. tak tentu tujuanku bikin bingung saja. Akan ke rumah sahabat yang dituakan lagi kah ? Tapi pasti ia akan menyalahkan ku lagi, tapi kalau ia pun mati….ah, baiklah, baiklah yang pasti aku akan mendapat susah saja. Tidak…tidak…ah….baiklah..baiklah……

      48. Pengawal 1+ 2 : dan kini giliranmu bapak tua…..ha…ha….ha….

      49. Pengawal 1 : kilat tanpa cahaya di siang yang terang

      50. Pengawal 2 : mendung tanpa kabut di langit cemerlang

      51. Pengawal 1 : hujan tanpa air tanpa apa-apa

      52. Pengawal 2 : maka kembalilah bapak tua, sebelum Hudzaifah dan Abu Jahal murka..dan menggenggam nyawa….

      53. Pak Tua : oh…payah…sengsara…payah…derita….kini datang juga ketakutan pada diriku….

      54. Pengawal 1 : langit biru rata…mentari tanpa cahaya…bulan tanpa cahaya dan bintang-bintang akan menucucurkan darah dan airmata

      55. Pengawal 2 : angin berhembus….pasir berhembus…..ke dalam dada…menusuk mata pada setiap manusia yang mau binasa….

      56. Pengawal 1 : dan kau bapak tua …..

      57. Pak Tua : anak muda…bawalah aku pada yang mulia Hudzaifah dan Abu Jahal pembesar Quraisy yang diagungkan negeri ini.

      58. Abu Jahal : ketakutan membawa sengsara…kebodohan membawa getar dan amarah. Mengapa wajah kau tundukkan ke tanah ? aku datang untuk memaafkan atas khilaf yang telah kau lakukan.

      59. Hudzaifah : lepaskanlah sengsara, kembalilah pada ketenangan dan kebebasan kita… Bapak tua lepaskan belenggu yang telah mengikat kaki dan pikiranmu…aku datang memberimu salam untuk kembali hidup pada kedamaian bathinmu.

      60. Pak Tua : ketakutan….sengsara…bencana…tapi bukankah aku berasal dari budak adanya….

      61. Abu Jahal : atau kau biarkan cambuk ini memecut kulit keringmu !!

      62. Hudzaifah : pastikan ketenangan jadi pilihan dalam hatimu , kembalilah Bapak Tua …kembalilah pada kejayaan Bangsa kita.

      63. Pak Tua : aku berdiri pada tenang hatiku….semoga tak benar…semoga tak benar… semoga tak benar….Audzubillahi minasysyaithon mirrojin…terlindunglah aku dari mulut kotor berbusa…loloskan aku dari lilit ular berbisa setan dan para iblis tua….

      64. Abu Jahal : bedebah….

      65. Hudzaifah : tua Bangka hina….

      TERJADI ADEGAN PENYIKSAAN TERHADAP BAPAK TUA HINGGA AKHIRNYA PAK TUA IKLASKAN TUBUHNYA DIGANTUNG UNTUK MEMPERTAHANKAN KEIMANAN NYA.
      SAYUP-SAYUP TERDENGAR SHOLAWAT BERKUMANDANG

      66. HARUN : ANAK-ANAKKU….ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR TAKBIR INI ADALAH SEBUAH IKRAR DAN PENGAKUAN YANG KERAP KITA UCAPKAN DALAM SHALAT 5 WAKTU……..ALLAHU AKBAR BERARTI TIADA YANG LEBIH DITUHANKAN KECUALI ALLAH YANG MAHA BESAR.
      BAHASA KEJADIAN SUKAR UNTUK DITERJEMAHKAN…..
      LIDAH KITA MISKIN AKAN PENGERTIAN
      SEBAB ITULAH JANGAN BIARKAN KEHIDUPAN MEMBELENGGU HIDUPMU MENJADI TUHAN DALAM PERILAKUMU….
      LIHATLAH BAPAK TUA BANGKA YANG HINA DALAM KASAT MATA KITA…TETAPI MENYIMPAN KEMULIAAN DALAM MATA HATINYA…..
      SEMOGA HIDAYAH DITURUNKAN BERLIMPAH-LIMPAH UNTUK PERSIAPAN DAN PERJUANGANMU MENITI MASA DEPAN YANG PENUH DENGAN TANTANGAN.

      Tamat
      = 29 Mei 2008 =

      Balas

  2. Posted by agus on April 16, 2012 at 3:02 pm

    mas aku ngopi datanya ya buat penampilan drama

    Balas

  3. Posted by misbahul munir on Mei 23, 2012 at 7:48 am

    assalamu’alaikum…mas mohon izin saya ngopi datanya mau buat pentas di sekolah…

    Balas

  4. Posted by afif on Oktober 24, 2016 at 4:07 pm

    assalamualaikum mas saya izin copy ya buat pentas di sekolah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: