Pendidikan tak Berjiwa

(sebuah puisi renungan untuk guru)

Berduyun do’a telah sesak kusemaikan di pundaknya, Pak !

Sinar matanya mengucurkan deras keringat kami

hingga gemulainya  mimpikan kami dari tarian kerasnya tonggak mengusung masa depan

Berderet harapan telah penuh kugantungkan, Pak !

Membuka cakrawala di bibir – bibir keharusan

Sandarkan mereka dari kompetensi nisbi

menghias peluh di bingkai kurikulum nan kaku

Profesionalisme kah itu Pak ?

Yang telah mengajarinya pandai membaca nun mengeja kesesatan menjadi sangat lancar

Profesionalisme kah itu Bu ?

Yang telah membuatnya pandai menghitung nun mengurut kecurangan menjadi sangat piawai

Kami memohon!

bodohkan saja anak kami

Dari analisis rumus-rumusanmu

Karena telah terlalu banyak uang hilang di laci-laci adiknya

Kami memohon !

bodohkan saja anak kami

dari segenap kompetensimu itu

karena telah terlalu rombeng bendera terkoyak kuku tajammu

Pergilah anak-anakku !

Angin di sini adalah badai

Airnya adalah darah

dan perahu telah membawa nilai-nilai itu berlabuh jauh

jauh…

mengajarmu bukan sebuah kemasan formal

karena otakmu bukanlah gendang bertabuh rangkuman

berduyun kekecewaan kami

berbaris manis di selendang sertifikasimu itu

ikrarkan rutinitasmu yang telah mengajar mereka

dan mereka menjadi begini !

2 responses to this post.

  1. MMM……KEREN PUISI NYA AKU SUKA NIEH

    Balas

  2. Posted by new radio on Juli 7, 2012 at 9:50 am

    saya suka ne bang….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: